Rabu, 30 Januari 2013

( HIKMAH ) IMAN, CINTA DAN LOGIKA - Mata biasa kebatas, bila ngeliat matahari kesilauan, bila melihat bakteri kekecilan, mata ini kebatas jarak dan ukuran. Terus pegimana mata ini mampu melihat Allah SWT ?. Gak level antara Robb dan mahluknya, kecuali bisa dirasain dgn mata hati. Inilah bicara iman, yang gak selalu pake logika tetapi pake keyakinan dan fitrah. Fitrah ingin taat dan mengabdi ada tuh jalannya. Manusia yang melawan Allah bakalan gelap lahir dan bathin karena melawan fitrah. Ada jamaah ngadu yang nyampe ke sedekah redho, ketika ikhlas datang malahan berlimpah, ada lagi yg ketika dia merasakan nikmatnya tahajud malah dikerjain saban hari demi kebutuhan jiwanya ngegantungin hati ke Allah SWT, jadilah ia dapet bonus diluar dugaan.

Ketika harapan diikuti ketergantungan sama Allah, bila ikhlas menerima ketentuan-Nya maka Allah beri sakinah ketenangan dalam kehidupannya dan tanpa diduga ada jalan keluarnya yg terbaik yang tidak disangka-sangka, nah itulah ilmu taqwa. Keredhoan, dan baik sangka kepada Allah adalah hal yg ghaib, dimana iman bicara, ketika iman itu gak dipelihara agar meningkat lalu logika yang maen terus, maka kemungkinan kegalauan masih ada. Iman belum mantep.

Ketika nikmat iman main, yg ada kerutinan ibadah dan ketaatan yang tidak dibantah. Mana ada Allah menyia-nyiakan kebaikan hamba-Nya ?.

Hijrahnya Rosul dan para sahabat ke Madinah lalu meninggalkan omset dan asset ke madinah juga bicara iman, kalo logika jelas galau. Gawean sama dagangan, bahkan rumah ditinggal, Namun demi Agama Allah dan iman mereka membuktikan cintanya, dan di Madinah membangun peradaban Islam dan romawi serta persia dua imperium besar ditaklukkan dengan harta besar yang didapat dari romawi persia dalam genggaman kaum Muslimin, hingga akhirnya Islam menguasai sepertiga dunia.

Ketika Iman surut, logika nafsu menyalahi ayat-ayat Allah misalnya meninggalkan shalat karena logika rapat gak bisa ditinggal, atau logika gak pake jilbab karena logika takut gak dapet jodoh, atau sedekah pake logika karena takut miskin, maupun takut gak bisa beli BB baru, atau ragu balasan Allah, pake mikir-mikir dulu dan bisa juga disisi lain ada logika tujuan selain Allah dengan mendahulukan kebanggaan materi semu, kenikmatan sesaat, punya mobil maunya pamer, beli BB baru maunya biar dilirik sodara, biar kelihatan keren itu jadi ujub, dan rawan lari ke dosa2 lainnya seperti sombong, dusta dst.

Ketika iman diduluin, keliatan hidupnya akan respek dengan ayat2 Allah, keliatan dakwahnya membina keluarga dan orang lain, gak suka dengan kemaksiatan, sedih temennya beloman berjilbab, sedih suaminya belum sholat dst. Perasaan itulah salah satu yang menunjukkan Imannya yaitu ada kecemburuan agama, mane ada cinta gak pake cemburu. Dan hatinya tidak bisa pindah kelain hati.

Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa melihat kemungkaran rubahlah dengan tangan, bila tidak mampu dengan lisan, bila tidak bisa yaitu dengan hati, dan itulah selemah-lemahnya iman (HR-Muslim)


Yaa Allah SWT, 
Semoga saya Nur Rakhman Hidayat/ Hida disegerakan mendapat rizkiMu, 
uang tunai 1 triliun rupiah...., 
aaamiiiin . . . ,

TAHAP DIAGNOSA KEPERAWATAN

Pada tahun 1953, istilah diagnosa keperawatan diperkenalkan oleh V. Fry dengan menguraikan langkah yang diperlukan dalam mengembangkan rencana asuhan keperawatan.
Menurut North American Nursing Diagnosis Association (NANDA) (1990, dalam Carpenito, 1997) diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai seseorang, keluarga atau masyarakat sebagai akibat dari masalah-masalah kesehatan/ proses kehidupan yang aktual atau risiko.
Diagnosa keperawatan memberikan dasar-dasar pemilihan intervensi untuk mencapai hasil yang menjadi tanggung gugat perawat. Adapun persyaratan dari diagnosa keperawatan adalah perumusan harus jelas dan singkat dari respons klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi, spesifik dan akurat, memberikan arahan pada asuhan keperawatan, dapat dilaksanakan oleh perawat dan mencerminkan keadaan kesehatan klien.

1.Tipe Diagnosa Keperawatan.
Diagnosa keperawatan adalah struktur dan proses. Struktur diagnosa keperawatan komponennya tergantung pada tipenya, antara lain:

a.Diagnosa keperawatan aktual (Actual Nursing Diagnoses).
Diagnosa keperawatan aktual menyajikan keadaan yang secara klinis telah divalidasi melalui batasan karakteristik mayor yang dapat diidentifikasi. Tipe dari diagnosa keperawatan ini mempunyai empat komponen yaitu label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor-faktor yang berhubungan (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).

b.Diagnosa keperawatan risiko dan risiko tinggi (Risk and High-Risk Nursing Diagnoses), adalah keputusan klinis bahwa individu, keluarga dan masyarakat sangat rentan untuk mengalami masalah bila tidak diantisipasi oleh tenaga keperawatan, dibanding yang lain pada situasi yang sama atau hampir sama (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).
c.Diagnosa keperawatan kemungkinan (Possible Nursing Diagnoses), adalah pernyataan tentang masalah-masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan. Namun banyak perawat-perawat telah diperkenalkan untuk menghindari sesuatu yang bersifat sementara dan NANDA tidak mengeluarkan diagnosa keperawatan untuk jenis ini (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).
d.Diagnosa keperawatan sejahtera (Wellness Nursing Diagnoses), adalah ketentuan klinis mengenai individu, keluarga dan masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ketingkat kesehatan yang lebih baik. Pernyataan diagnostik untuk diagnosa keperawatan sejahtera merupakan bagian dari pernyataan yang berisikan hanya sebuah label. Label ini dimulai dengan “Potensial terhadap peningkatan…….”, diikuti tingkat sejahtera yang lebih tinggi yang dikehendaki oleh individu atau keluarga, misal “Potensial terhadap peningkatan proses keluarga” (Craven & Hirnle, 2000; Carpenito, 1997).
e.Diagnosa keperawatan sindroma (Syndrome Nursing Diagnoses), terdiri dari sekelompok diagnosa keperawatan aktual atau risiko tinggi yang diduga akan tampak karena suatu kejadian atau situasi tertentu. NANDA telah menyetujui dua diagnosa keperawatan sindrom yaitu “Sindrom trauma perkosaan” dan “Risiko terhadap sindrom disuse” (Carpenito, 1997).
2.Komponen Rumusan Diagnosa Keperawatan.
Secara umum diagnosa keperawatan yang lazim dipergunakan oleh perawat di Indonesia adalah diagnosa keperawatan aktual dan diagnosa keperawatan risiko atau risiko tinggi yang dalam perumusannya menggunakan tiga komponen utama dengan merujuk pada hasil analisa data, meliputi: problem (masalah), etiologi (penyebab), dan sign/symptom (tanda/ gejala).

Problem (masalah), adalah gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat diberikan karena adanya kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi. Etiologi (penyebab), adalah keadaan yang menunjukkan penyebab terjadinya problem (masalah). Sign/symptom (tanda/ gejala), adalah ciri, tanda atau gejala relevan yang muncul sebagai akibat adanya masalah.
Dalam perumusannya sebuah diagnosa keperawatan dapat menggunakan 3 komponen atau 2 komponen yang sangat tergantung kepada tipe dari diagnosa keperawatan itu sendiri. Secara singkat rumusan diagnosa keperawatan dapat disajikan dalam rumus sebagai berikut:
Diagnosa keperawatan aktual:
Contoh: Nyeri kepala akut (Problem) berhubungan dengan peningkatan tekanan dan iritasi vaskuler serebral (Etiologi) ditandai oleh, mengeluh nyeri kepala, sulit beristirahat, skala nyeri: 8, wajah tampak menahan nyeri, klien gelisah, keadaan umum lemah, adanya luka robek akibat trauma pada kepala bagian atas, nadi: 90 X/ m (Sign/Simptom).
Diagnosa keperawatan risiko/ risiko tinggi:
Contoh: Risiko infeksi (Problem) berhubungan dengan adanya luka trauma jaringan (Etiologi)
Pada diagnosa risiko, tanda/gejala sering tidak dijumpai hal ini disebabkan kerena masalah belum terjadi, tetapi mempunyai risiko untuk terjadi apabila tidak mendapatkan intervensi atau pencegahan dini yang dilakukan oleh perawat.
3. Persyaratan Diagnosa Keperawatan.
Persyaratan diagnosa keperawatan, meliputi:
1) Perumusan harus jelas dan singkat berdasarkan respon klien terhadap Situasi atau keadaan kesehatan yang sedang dihadapi.
2) Spesifik dan akurat.
3) Merupakan pernyataan dari: P(Problem)+ E (Etiologi)+S (Sign/Simptom)
atau P (Problem) + E (Etiologi).
4) Memberikan arahan pada rencana asuhan keperawatan.
5) Dapat dilaksanakan intervensi keperawatan oleh perawat.

4.Prioritas Diagnosa Keperawatan.
Menyusun prioritas sebuah diagnosa keperawatan hendaknya diurutkan sesuai dengan keadaan dan kebutuhan utama klien, dengan kategori:

1). Berdasarkan tingkat Kegawatan
a.Keadaan yang mengancam kehidupan.
b.Keadaan yang tidak gawat dan tidak mengancam kehidupan.
c.Persepsi tentang kesehatan dan keperawatan.

2 ).Berdasarkan Kebutuhan maslow,yaitu Kebutuhan fisiologis,kebutuhan keamanan dan keselamatan,kebutuhan mencintai dan dicintai,kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. 3). Berdasarkan sarana/sumber yang tersedia,
5.Perbedaan Diagnosa Keperawatan Dengan Diagnosa Medis.
Beberapa perbedaan antara diagnosa keperawatan dengan diagnosa medis dibawah ini:

Diagnosa keperawatan :
Berfokus pada respons atau reaksi klien terhadap penyakitnya.
Berorientasi pada kebutuhan individu, bio-psiko-sosio-spiritual.
Berubah sesuai dengan perubahan respons klien.
Mengarah kepada fungsi mandiri perawat dalam melaksanakan tindakan keperawatan dan evaluasi.

Diagnosa Medis :
Berfokus pada faktor-faktor yang bersifat pengobatan dan penyembuhan penyakit.
Berorientasi kepada keadaan patologis
Cenderung tetap, mulai dari sakit sampai sembuh.
Mengarah kepada tindakan medik yang sebahagian besar dikolaborasikan kepada perawat.

Kamis, 24 Januari 2013

doa

( AMINKAN ) DOA ONLINE BERJAMAAH - Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, dengan Asma-Mu Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum Kau janjikan mengabulkan doa dengannya, dan kenakanlah waktu mustajabah dihari Jumat setelah Ashar, Yaa Robb jadikanlah kawan-kawan jamaah yang me-LIKE, ini Engkau Rahmati diri dan keluarganya, berikanlah mereka kesehatan keselamatan keberkahan pada keluarganya, dan terutama keimanan yaa Robb, jagalah mereka berkahi rejekinya, entengkan hatinya beribadah, dhuha, tahajud, bersedekah dan segala kebaikan lainnya. Kabulkan hajatnya ya Robb, lindungi mereka dari berbagai macam kesesatan lahir dan bathin, hilangkan semua penyakit lahir dan penyakit bathin, lindungi mereka, lindungi kami kaum Muslimin dimana pun mereka berada baik di Indonesia dan didunia, menangkan para pejuang-Mu ya Rabb, Bukakanlah mana yang Haq dan mana yang bathil agar kami dapat membedakan, berilah cahaya-Mu ya Robb agar kami tidak salah jalan.

Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, Berilah balasan donatur dijalan Allah yg cintakan mengajak manusia dijalan-Mu, Dan Selamatkan kaum Muslimin yang tertindas, tinggikanlah Agama-Mu, berilah hidayah bagi yang belum mendapat hidayah, bukakanlah pintu hatinya menerima agama-Mu, kepada Engkau ya Robb kami berserah diri, Kami redho Engkau Robb kami, kami redho Islam sebagai agama / Dien kami, berilah kami kekuatan lahir dan bathin, dan kami redho Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul dan pemimpin jalan hidup kami, Kabulkan hajat kami ya Robb, ikatkan hati-hati kami dalam iman dan Islam, walaupun dibatas jarak dan waktu, kepada-Mulah kami semua berharap. Singkirkanlah marabahaya kesesatan dan kurafat dari syetan berbentuk jin dan manusia dari kaum Muslimin, gantikan pemimpin pilihan-Mu yg Engkau redhoi dan perduli dengan urusan kebaikan dunia demi keselamatan akhirat kami yaa Robb.

Lindungilah kami umat Muhammad Rosulullah shollallaahu 'alaihi wassalam, berilah cahaya Dien-Mu kepada kami semua, jagalah kami, bimbinglah kami, berilah kami pertolongan-Mu, Yaa Robb.

Yaa Malikiyaumiddiin Iyya kana buduwa iyyakanastain, Laa Hawlaa Walaa quwwata illaa billahil aliyyil adzhiiim. Kabulkan doa dan permintaan kami yaa Allaah, Aamiin Yaa Robbal alamiin. ( balas Aminkan - dibaca dgn tulus diresapi dalam sanubari hati, lalu ketiklah dikoment, tambahlah Asmaul Husna sbg penguat, dan Sholawat.

Contoh : Aamiin Yaa Mujiib, Yaa Arhamarrohimiiin+Sholawat, sekurangnya : Allahumma Sholli alaa Muhammad )

Semakin banyak berdoa semakin tajam
- TimUstadz -

( Informasi ) Pengajian dhuafa MT KH Ridwan Anshory akan Bersholawat, Al Kahfi, Al Mulk dan Yasiin, berulang2, dan Tahajud, akan berlangsung nanti ditengah malam Jumat dan bsk pd Jumat tengah malamnya. Bagi mereka yg mau berbagi bahagia cintanya Nabi sekaligus didoakan khusus oleh kaum dhuafa yg ditujukan pd donatur didua-satu malam tsb, salurkan ke rekening ( Hj Siti Dahlia. BCA Bungur An. No Rek. 3911 2402 44 dan Bank Syariah Mandiri Rek. 704-208- 1714) : Konfirmasikan donasi + nama lengkap (Nasabnya spt BIN dan BINTI) dan hajat keperluannya (Yg akan didoakan) silahkan kirim di e-mail : timustadz@yahoo.com - Subjek : Berbagi Bahagia dan Doa (Catatan Penting : Donasi ini hanya berlaku Kamis-Jumat ini saja (Berkaitan moment Maulid+amalan Jumat)